Monday, August 12, 2019

Percaya gak percaya tentang Kisah Santet yang ada di Indonesia




Di Indonesia, santet atau teluh, sihir, tenung, serta perihal yang di pandang bersumber dari dunia lain (otherworldly power) udah lama diketahui. Hampir tiap-tiap wilayah miliki rutinitas mengirim daya negatif jarak jauh bermaksud mencelakai orang. Serta Banten dipandang seperti pusatnya.

Menurut sejarawan Edi S. Ekadjati, sama seperti dilansir A. Masruri dalam The Secret of Santet, pengetahuan teluh atau santet yaitu warisan waktu dulu yang terus bertahan dalam penduduk Sunda sampai saat ini. Edi menunjuk naskah lontar yang dicatat pada era ke-6, Sanghyang Siksa Kandang Karesian. Naskah ini mengatakan teluh yaitu perasaan sakit hati, murung, serta tak suka yang diarahkan terhadap orang.

Dalam disertasinya di Kampus Indonesia berjudul “Reaksi Sosial Pada Terduga Dukun Teluh di Pedesaan Banten Jawa Barat (1985-1990)”, krimonolog Tb. Ronny Nitibaskara memperjelas jika praktik pengetahuan santet atau teluh di daerah Banten udah dihayati dari saat ke saat semenjak jaman Banten Lama atau sebelum masuknya Islam.

Akan tetapi, praktik itu semakin lebih mencolok malah sesudah Islam diyakini oleh masyarakat Banten. Ini dikarenakan pada kala Hindu serta Budha, beberapa unsur praktik magis tampak samar serta bercampur-baur dengan faktor keyakinan animisme-dinamisme.

Menurut kepercayaan masyarakat Banten, ada beberapa pengetahuan teluh menurut triknya: teluh angin, teluh banyu, teluh geni, serta teluh pangjarahan. Dua yang pertama kirim beberapa benda seperti jarum, paku, serta beling (pecahan kaca) melalui angin serta air.

Teluh geni (api/baja) memberikan hasil tambah cepat, dengan masukkan pisau kecil ke satu gelas, ditutup kain, serta dibacakan mantra-mantra; apabila pisau hilang serta air jadi merah tandanya korban sekejap alami tragedi. Sesaat teluh pangjarahan dikerjakan dengan memohon terhadap roh halus yang menduduki kuburan.

Sedikit ada ketidaksamaan praktik yang dikerjakan dukun teluh di Banten Selatan dengan Banten Utara. “Kalau di Banten Selatan banyak korban menanggung derita hingga sampai wafat, dan di Banten Utara si korban cuma dibikin sakit,”

Penduduk Banten, pemuka agama, serta dukun lain memberikan cap jika aktivitas dukun teluh berlawanan dengan agama Islam. “Apabila dalam hukum resmi tak bisa dibuktikan jadi kejahatan, dari bagian reaksi sosial hal tersebut paling kurang bisa dijelaskan jadi kejahatan terselubung,”

1 comment:

  1. Dan bagi Anda yang benar-benar butuh paranormal atau dukun untuk mengembalikan pacar, cinta ditolak, belum dapat jodoh, ataukah punya musuh dan ingin blz dendam??? Anda bisa lihat di blog iniDukun Pelet & dukun santet

    ReplyDelete