Friday, August 2, 2019

Tradisi grebeg syawal keraton ngayogyakarta



Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, , mengelar acara rutinitas Grebeg Syawal.
Pada acara rutinitas ini, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bikin sekitar tujuh gunungan.
"Gunungan ini jadi bentuk sedekah dari Sultan untuk rakyatnya, diluar itu, bentuk sukur Ngarso Dalam atas telah diselesaikanya puasa Ramadan," papar Penghageng Kawedanan Pengulon, KRT Akhmad Mukhsin Kamaludin Ningrat, kala didapati,
Lantaran hanya terbatas, serta jumlahnya orang lumayan banyak, jadi gunungan yang terbuat hasil dari bumi ini diperebutkan.
Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu menyampaikan, Hari Raya Idulfitri di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat disinyalir dengan dua acara khusus adalah Hajad Dalam Garebeg Sawal serta Ngabekten.

Realisasi Hajad Dalam Garebeg Sawal dikerjakan bersamaan dengan hari pertama perayaan Idul Fitri menurut kalender Masehi. 
ujuh gunungan ini terbagi dalam tiga buah Gunungan Kakung, serta satu Gunungan Estri, Gunungan Gepak, Gunungan Darat, serta Gunungan Pawuhan.

Ke-3 Gunungan Kakung diarak serta diberikan ke tiga tempat berlainan, yaitu Kagungan Dalam Mesjid Gedhe, Pura Pakualaman, serta Kepatihan
Sedang untuk gunungan-gunungan yang lain dapat diberikan di Mesjid Gedhe.
Selain itu, Darmanto masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, akui hadir ke Yogyakarta untuk bersilaturahim serta rayakan Hari Raya Idul Fitri bersama dengan keluarga.
Saya tempo hari hingga di Yogya, keluarga di sini memberi kabar bila hari Rabu ada acara Grebeg ini, dahulu sudah pernah hadir pula," tutur ia.

Dia akui, hadir lantaran ingin kembali melihat acara rutinitas Grebeg Syawal.
Diluar itu, dianya pula ingin turut mempertandingkan hasil bumi yang ada pada gunungan.
"Ini saya bisa banyak, ide ingin diolah serta beberapa di taruh, tetangga-tetangga di Sidoarjo sudah pesan, jadi ada yang dapat saya bawa juga pulang," papar ia.

No comments:

Post a Comment