Thursday, August 1, 2019

Ritual Nyadran, Tradisi Unik Masyarakat Jawa turun temurun sambut Ramadhan




Nyadran sebagai rutinitas unik yang dikerjakan oleh penduduk Jawa dengan cara turun temurun saat bulan Ramadan.
Rutinitas ini sebagai hasil akulturasi budaya Jawa serta Islam. Kata "Nyadran" datang dari kata "Sraddha" yang bermakna kepercayaan. Dalam kalender Jawa bulan Ramadan disebutkan pula sebagai bulan Ruwah, sampai acara Nyadran disebutkan pula sebagai acara Ruwah.
Nyadran kebanyakan diselenggarakan 1 bulan sebelum bulan puasa atau pada tanggal 10 Rajab, atau 15, 20, serta 23 Ruwah. Arah acara Nyadran yakni untuk menghargai banyak leluhur serta mengutarakan rasa sukur terhadap Tuhan.

Nyadran jadi acara yang penting buat penduduk Jawa serta hampir belum pernah lewatkan. Acara Nyadran terbagi dalam sekelompok kesibukan, adalah upacara pembersihan makam, tabur bunga, serta acara selamatan atau bancakan.
Semasing wilayah punyai langkah yang berlainan dalam menghadirkan acara Nyadran. Acara Nyadran dimulai oleh kesibukan ciri khas adalah bersihkan makam banyak leluhur. Lewat kesibukan itu dikehendaki rasa gotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat dapat makin bertambah.

Di sejumlah wilayah, penduduk bersihkan makam sembari bawa sadranan yang terbagi dalam nasi, sayur, serta lauk pauk yang di letakkan dalam suatu keranjang.
Sadranan itu dapat dibiarkan di area makam bersama beberapa uang untuk pengaturan makam. Sesudah itu, sadranan dapat diberikan terhadap beberapa anak serta fakir miskin yang sudah tunggu di luar area makam.

Lewat hal itu dikehendaki manusia bisa makin mengetahui jika tiap-tiap manusia memiiki status yang sama dihadapan Tuhan.
Di wilayah lain seperti Magelang, penduduk bersihkan makam tiada bawa sadranan. Sehari seusai pembersihan makam, penduduk menghadirkan doa berbarengan (tahlil) untuk mendoakan banyak leluhur yang sudah berusaha sampai bisa tercipta pemukiman seperti sekarang.

Seterusnya, penduduk menghadirkan acara makan berbarengan (kenduri) di selama jalan desa. Kenduri sebagai perihal yang paling dinanti dalam acara Nyadran. Tiap-tiap keluarga bawa makanan ciri khas tradisionil seperti opor ayam, sambal goreng kentang, perkedel, dan seterusnya.
Penduduk membaur nikmati makanan yang disajikan gunakan wadah berbentuk daun pisang, bahkan juga terkadang mereka sama-sama menukarkan makanan.
Lewat acara itu, dikehendaki rasa kekeluargaan serta kerukunan dalam penduduk bisa makin bertambah. Penduduk di wilayah Magelang juga mengharapkan biar acara Nyadran ini terus dilestarikan.

No comments:

Post a Comment